KAMPANNYE TERKAIT PEMBIASAAN TENTANG PENGOLAHAN SAMPAH
KAMPANNYE TERKAIT PEMBIASAAN TENTANG PENGOLAHAN SAMPAH \\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\"ECO ENZYME\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\"

By Rinda Puspitasari 25 Agu 2023, 08:56:35 WIB Kesehatan
KAMPANNYE TERKAIT PEMBIASAAN TENTANG PENGOLAHAN SAMPAH

Gambar : PENGELOLAAN SAMPAH ECO ENZYME


Pada tanggal 28 Januari 2023 UPT SMP Negeri 18 Gresik mengadakan sosialisasi dengan tema: Gaya hidup berkelanjutan Pelatihan membuat Eco Enzyme “ Kelola sampah basah menjadi Eco Enzyme Multifungsi”.

Eco Enzyme adalah  hasil dari fermentasi limbah dapur organic seperti ampas buah dan sayuran. Cara pembuatan Eco Enzyme :

Bahan-bahan yang dibutuhkan:

  1. Gula

Dalam memilih gula, tidak dianjurkan untuk menggunakan gula pasir karena gula pasir termasuk zat kimia. Gula yang dianjurkan untuk dipakai yaitu molase cair, molase kering, gula aren, gula kelapa, dan gula lontar.

  1. Air

Sumber air yang bisa digunakan adalah air hujan, air sumur, air buangan AC, air isi ulang, air PAM, dan air galon.

  1. Sisa sayur dan buah

Kategori sayur dan buah yang digunskan adalah semua jenis sisa buah dan sayur kecuali yang sudah dimasak (direbus, digoreng, ditumis), busuk, berulat, berjamur, dan kulit buah yang keras, seperti kulit kelengkeng, durian, dan lain-lain.

TIPS: Sisa buah/sayur dipotong kecil-kecil dan semakin banyak jenis bahan yang digunakan akan semakin kaya hasil eco-enzyme.

Langkah-langkah pembuatan:

  1. Membersihkan wadah dari sisa sabun/bahan kimia.

TIPS: Wadah yang digunakan memiliki tutup bermulut lebar, bisa besar/kecil, berbahan plastik, tidak bermulut sempit karena rentan meledak, dan tidak berwadah kaca karena rentan pecah.

  1. Ukur volume wadah.
  2. Masukkan air bersih sebanyak 60% dari volume wadah.
  3. Masukkan gula sesuai takaran yaitu 10% dari berat air.
  4. Masukkan potongan sisa buah dan sayur sebesar 30% dari berat air, lalu aduk rata.
  5. Tutup rapat dan beri label tanggal pembuatan dan tanggal panen.
  6. Selama 1 minggu pertama, buka tutup wadah untuk membuang gas.
  7. Aduk pada hari ke-7, hari ke-30, dan hari ke-90.

 

  • Lokasi penyimpanan eco-enzyme yang baik:
  1. Tidak terkena sinar matahari langsung.
  2. Memiliki sirkulasi udara yang baik.
  3. Jauh dari wifi, WC, tong sampah, tempat pembakaran sampah dan bahan kimia.

Fermentasi ini dibantu dengan Mikroorganisme selektif dari kelompok jamur dan bakteri selama tiga bulan.

Hasil dari pengolahan eco enzyme ini akan bermanfaat untuk bahan pembersih perabotan rumah, pakaian, rambut, badan, hingga pengobatan obat luka/bisul. Selain itu, sisa fermentasi berupa ampas dapat dimanfaatkan sebagai pengharum ruangan dan bahkan menjadi pupuk organic




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment